Berpotensi Rugikan Keuangan Negara, DBMSDA Kabupaten Tangerang Diminta Tinjau Ulang Hasil Pengerjaan Hotmix CV Brilliant Karya Utama ??

Berita16589 Dilihat

NCNI || Tangerang – Indikasi akan adanya dugaan penggelembungan anggaran dan kecurangan didalam proses pelaksanaan program pembangunan disektor infrastruktur jalan di Wilayah Kabupaten Tangerang belakangan ini kian tercium dan ramai diperbincangkan. Lemahnya fungsi pengawasan tentunya menjadi celah masif upaya sebuah perbuatan yang mengarah pada hal yang sangat diduga kuat beraroma Korupsi, dan sepertinya saat ini hal tersebut sudah menjelma sebagai sebuah industri. (02/07/2024)

Mencuatnya indikasi Kecurangan dan potensi pengglembungan anggaran dapat terlihat pada proses pelaksanaan pekerjaan Peningkatan Jalan aspal-hotmix di Kampung Kepuh RT 006/RW 003 dan RT 005/RW 003, Desa Saga, Kecamatan Balaraja, Kabupaten Tangerang, yang di kerjakan oleh CV.BRILLIANT KARYA UTAMA, Bersumber Anggaran APBD T.A 2024 dengan nilai anggaran Rp.198.533.000 (Seratus sembilan puluh delapan juta lima ratus tiga puluh tiga ribu rupiah)

Hasil Investigasi dilapangan ditemukan terdapat beberapa kejanggalan, salah satu hal yang paling menyita perhatian berada pada sisi anggaran yang sangat mencolok, antara pelaksanaan pekerjaan dan anggaran yang tertera dipapan proyek, terlihat hamparan base course/batu split hanya menutupi pori-pori bahu jalan, tidak terhampar secara merata, dan volume ketebalan dengan nama bahan (Aspal-hotmix AC-WC) diduga tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Menurut keterangan Diki selaku pengawas dari pihak dinas terkait yang kebetulan ada dilokasi kegiatan proyek, menyatakan kegiatan yang sedang berlangsung sudah sesuai spesifikasi teknis didalam RAB (Rencana Anggaran Belanja) dengan volume panjang 233 meter, ketebalan 0,04 cm, volume lebar terbagi dua sekmen 2,5 dan 2,1 meter.

“Pekerjaan ini sudah sesuai RAB, untuk volume panjang 233 meter, lebar ada dua sekmen yaitu 2,5 dan 2,1 meter dan ketebalan aspal-hotmix 0,04 cm” ucap Diki selaku pengawas dari Dinas terkait.

“Dan untuk harga per-tonase aspal-hotmix saya tidak tahu” tambah Diki sambil melihat isi RAB dalam bentuk PDF di kaca layar sentuh selulernya.

Kalau dihitung secara analisa volume panjang 233 m × lebar 2,5 m × ketebalan 0,04 cm × ***/rumus baku (privasi) = 53,59 ton. Artinya hitungan tersebut yang seharusnya diperkirakan dari nilai kontrak dengan volume panjang, lebar dan ketebalan, atas dasar RAB (Rencana Anggaran Belanja).

Kenyataan hasil temuan dilapangan, volume ketebalan aspal-hotmix berpariasi, dengan ukuran volume ketebalan 0,02 cm dan 0,03 cm. Tidak sesuai spesifikasi teknis didalam RAB. Sebagai contoh diambil garis tengah dengan volume ketebalan 0,025 cm, diakumulasikan volume panjang, lebar dan tebal dihitung secara analisa, 233 m × 2,5 m × 0,025 cm × ***/rumus baku (privasi) = 33,49 ton.

Dapat disimpulkan akumulasi hitungan tonase tingkat kerugian volume panjang 233 m × lebar 2,5 m × ketebalan 0,015 cm × ***/rumus baku (privasi) = 20,09 ton. Dari akumulasi hasil hitungan tersebut, kuat dugaan Mark Up anggaran.

Perlu diketahui, dari awal kegiatan pelaksanaan pekerjaan peningkatan jalan aspal-hotmix sampai finishing, terdapat pemakaian ritase 3 (tiga) mobil truck dengan berat material 10,03 ton, 10,00 ton dan 10,00 ton, terhitung dengan jumlah 10,03 ton + 10,00 ton + 10,00 ton = 30,03 ton (yang terpakai). Artinya, dari hasil perhitungan diatas yang mengacu didalam RAB, sudah jelas ada indikasi pengurangan tonase (aspal-hotmix AC-WC) dalam kegiatan peningkatan jalan tersebut.

Kepada Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air Kabupaten Tangerang agar melakukan pengecekan atas kegiatan yang dikerjakan CV . BRILLIANT KARYA UTAMA. Karena kegiatan pelaksanaan pekerjaan jalan aspal-hotmix kuat dugaan tidak sesuai spesifikasi teknis didalam RAB (Rencana Anggaran Belanja).

Akibat dari adanya indikasi dugaaan kecurangan dan Mark up Anggaran ini tentunya negara sangatlah berpotensi dirugikan hingga puluhan juta rupiah.

Hingga sampai berita ini di terbitkan baik PPTK, Kontraktor maupun Kadis DBMSDA Iwan Firmansyah, belum dapat ditemui gua dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut ( Nurdin )

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *