Indikasi ke Gagalan Kontruksi dan Penyimpangan, Berpotensi Bertambah, 2 Proyek Milik Kecamatan Sukamulya Jadi Bukti Bobroknya Fungsi Pengawasan ?

Berita18704 Dilihat

NCNINDONESIA.COM|TANGERANG – Berpotensi bertambah, proses pengerjaan ke 2 proyek pemeliharaan hasil penunjukan langsung (PL) milik Kecamatan Sukamulya, Kabupaten Tangerang-Banten, yang sangat diduga bermasalah dan salah satu diantranya sangat trindikasi gagal kontruksi, seolah membuktikan betapa bobroknya fungsi pengawasan yang dilakukan pihak Kecamatan Sukamulya didalam proses pengerjaan ke 2 program pembangunan tersebut. ( Rabu 08/05/2024 )

Indikasi akan adanya kegagalan kontruksi dan dugaan penyimpangan yang diakibatkan lemahnya proses pengawasan, seakan masih menjadi PR besar yang belum mampu diselesaikan oleh Kecamatan Sukamulya, sehingga dugaan dugaan penyimpangan yang beberapa waktu ini terjadi sekan hangat dan terus ramai diperbincangkan.

Sebelumnya indikasi kecurangan dan potensi kegagalan kontruksi akibat begitu lemahnya fungsi pengawasan, dapat terlihat dengan adanya proses perbaikan dan tambal sulam yang dilakukan pihak Kecamatan Sukamulya pada proyek peningkatan jalan Hotmix Kp Cepak, Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamulya, guna menutupi kekurangan dan ketidak sesuaian pada saat proses pengerjaan berlangsung.

Kendati proyek tersebut anyar dikerjakan. Indikasi dan dugaan akan adanya potensi kegagalan kontruksi pada proyek jalan itupun secara otomatis melekat, dengan adanya upaya penambahan dan tambal sulam yang dilakukan di akhir proses pengerjaan setelah berhasil dirampungkan.

Ramainya pemberitaan dibeberapa platform media masa kala itu, rupanya dirasa tak cukup mampu untuk membuat Kecamatan Sukamulya berbenah, untuk dapat lebih meningkatkan kembali intensitas fungsi pengawasan dalam pelaksanaan program pembangunan.

Dari hasil pantauan awak media, didalam proses pengerjaan proyek pemeliharaan jalan paving blok Kp Leuweung Gede Desa Perahu, yang dalam hal ini adalah merupakan 1 dari 2 program pembangunan yang sangat pula diduga kuat bermasalah, diketahui bahwa jenis ukuran kasteen yang digunakan, sangat diduga kuat lebih kecil dari jenis kasteen yang di pakai pada umumnya, terlihat kasten yang digunakan berukuran 10-19-40, masih dalam proses pengerjaan, kasteen terlihat terpendam sangat dalam, yakni 12 – 13 cm jika di akumulasikan dengan ketebalan paving blok 6 cm, maka ketebalan aggregat plus abu batu pada proyek itupun hanya berada di kisaran 1-2 cm.

Sementara itu, para pekerja yang terlihat tengah melakukan aktivis pembangunan, ketika ditanya tentang siapa pihak kontraktor guna dapat dikonfirmasi, para pekerja kala itu nampak enggan memberikan penjelasan, dan mengatakan ketidak tahuannya.

” Kita cuman pekerja biasa pak jadi gak tau pemborong nya. Tutur pekerja yang tidak ingin di sebut kan namanya.

Perlu diketahui sebelumnya Camat Sukamulya, Asep, memberikan tanggapannya soal pelaksanaan proyek hotmix yang sangat trindikasi gagal kontruksi tersebut, melalui sambungan via WhatsApp nya, Asep menuturkan kepada awak media ini seputar upaya dan proses perbaikan serta evaluasi yang telah dilakukan, iapun kala itu menjelaskan bahwa proses perbaikan diawasi langsung oleh Kasie dan pengawas.

“Hari Selasa, 30 April 2024 kmrn sudah dilakukan upaya perbaikan oleh pihak pelaksana dan diawasi oleh Kasi Pelayanan dan Staf,, tetapi ternyata blm maksimal mengingat bahan baku nya kurang dan sudah diingatkan lagi kpd pelaksana. Direncanakan Kamis, 3 Mei 2024 akan dilakukan perbaikan lagi. Ungkapnya

Ke 2 pengerjaan proyek yang sangat diduga bermasalah dan berpotensi dapat merugikan keuangan negara itu sendiri yakni.

1) Proyek Pemeliharaan Paving Blok Kp Leuweung Gede Rt 01/02 Desa Parahu yang bersumber anggaran dari APBD Kabupaten Tangerang, T.A 2024 dengan nilai kontrak mencapai Rp 99,500,000, yang selanjutnya dikerjakan dan dilaksanakan oleh CV. Sama Mega Indah.

2) proyek tanpa papan informasi berupa peningkatan jalan Hotmix Kp Cepak Desa Sukamulya, Kecamatan Sukamulya, APBD Kabupaten Tangerang. T.A 2024

Akibat dari adanya beberapa temuan tersebut, maka sangat diduga kuat bahwa proses pengerjaan dan fungsi pengawasan masih sangat lemah dan bermasalah.

Hingga sampai berita ini di terbitkan ke 2 kontraktor pada 2 pengerjaan proyek itupun belum dapat di temui untuk di konfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut (Nurdin/Red)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *