Sempat Menuai Banyak Sorotan, Dokumen Pengaduan Ketidak Sesuaian dan Dugaan Pembiaran Didalam Proses Pelaksanaan Proyek U-ditch Layaknya Kapal Selam, Milik Kecamatan Mauk Siap Diserahkan, Efektivitas Fungsi Pengawasan Masih Jadi Pusat Perhatian ??

Berita16569 Dilihat

NCNINDONESIA.COM|TANGERANG – Sempat menuai banyak sorotan dan disebut sudah sesuai spesifikasi teknis yang tertera didalam RAB, dokumen pengaduan ketidak sesuaian dan dugaan pembiaran didalam proses pelaksanaan pembangunan konstruksi berupa Drainase U-ditch Kp.Tegal Jawa Rt 002/001 Desa Tegal Kunir Lor milik Kecamatan Mauk,yang dikerjakan dan dipasang ditengah banyaknya genangan air yang terlihat hampir menenggelamkan sebagian besar bahan material U-ditch kala itu layaknya Kapal Selam. Kini memasuki babak baru,dan siap diserahkan ke BPKP dan BPK Perwakilan Provinsi Banten (Jum’at 12/04/2024)

Lemahnya efektivitas fungsi pengawasan yang dilakukan oleh pihak penyelenggara dalam hal ini Kecamatan Mauk dinilai berbagai pihak masih menjadi pusat permasalahan sehingga dianggap banyak menimbulkan permasalahan yang berdampak pada adanya potensi kerugian keuangan negara.

Tidak transparan nya proses evaluasi dan pemeriksaan secara internal terhadap publik, menjadikan dugaan kecurangan dan ketidak sesuaian didalam proses pelaksanaan pembangunan konstruksi berupa drainase u-ditch Kampung Tegal Jawa Desa Tegal Kunir Lor,seakan tak henti menjadi perbincangan, dugaan pembiaran pun seketika mencuat beriringan dengan tertutup nya proses pemeriksaan.

Sebelumnya pihak Kecamatan Mauk melalui (OJ) salah satu Staf yang ditunjuk oleh Camat Mauk untuk menjelaskan hasil evaluasi, mengatakan bahwa pelaksanaan kegiatan tersebut sudah sesuai tertera apa yang ada di RAB.

“1. Pemasangan U-ditch sudah sesuai tertera apa yg ada di rab

2.untuk mortar memang tidak ada dalam RAB U-ditch kalo pun biasanya ada itu hanya tambahan dari kontraktor saja.

3.udith yg di gunakan sudah memenuhi standar yg ada di rab.

4.papan informasi sudah terpasang saat pengerjaan dok terlampir.Tutur OJ menjelaskan.

Pernyataan dari salah satu Staf Kecamatan Mauk ini tentunya sontak mendapatkan tanggapan dari Herman Arab,salah satu aktivis asal Kabupaten Tangerang yang menganggap apa yang diutarakan oleh salah satu staf tersebut sangat tidak mendasar, Herman pun mengatakan bahwa proses pemasangan material U-ditch yang tetap dilakukan ditengah banyaknya genangan air,apa itu yang dimaksud dengan sesuai yang tertera di dalam RAB .

Berdasarkan hal tersebut Herman pun menilai bahwa proses pelaksanaan proyek U-ditch tersebut sangat terindikasi menyimpang dan diduga kuat tidak sesuaian spesifikasi teknis serta dapat sangat berpotensi menimbulkan dampak kerugian keuangan negara.

Dugaan akan adanya potensi ketidak sesuaian didalam proses pengerjaan proyek U-ditch itupun dapat terlihat dengan adanya pemasangan bahan material U-ditch yang dipasang ditengah banyaknya genangan air,tak cukup sampai disitu saja terlihat pula pelaksanaan proyek U-ditch kala itu tidak terlebih dahulu diampari dengan tatakan U-ditch menggunakan mortal setebal 5cm,nampak material U-ditch tidak terdapat adanya label merk ber Standar Nasional Indonesia (SNI).

Lebih lanjut dalam proses pengerjaan kala itu tidak diketemukannya papan informasi publik atau yang biasa disebut papan proyek, begitupun para pekerja yang kala itu tengah melaksanakan aktivitas pembangunan nampak tidak seluruhnya terlengkapi dengan alat pelindung diri (APD) yang menjadi syarat mutlak penyelenggaraan Standar Manajemen K3 (SM-K3)

“Pernyataan dari salah satu Staf Kecamatan Mauk ini tentunya sangat tidak masuk akal,dan tidak didasari fakta fakta real dilapangan,bagaimana bisa ditengah banyaknya genangan air material U-ditch tetap dipaksakan untuk dilakukan pemasangan,namun demikian bisa bisanya pihak Kecamatan Mauk menyatakan bahwa proyek tersebut sudah sesuai spesifikasi teknis.Tukas Herman.

Lebih lanjut (Kata Herman)Bagai mana bisa di dalam RAB ada arahan untuk memasang material U-ditch ditengah genangan air,,andai memang demikian adanya Saya berharap pihak penyelenggara bersedia untuk bersama membuka dokumen kontrak yang di maksud sudah sesuai tersebut.Tutupnya

Berdasarkan hal itu maka dalam rangka mencegah adanya potensi kebocoran dan kerugian keuangan negara,maka dugaan akan adanya indikasi pembiaran dan kecurangan didalam proses pelaksanaan proyek U-ditch itupun dalam waktu dekat ini akan segera diadukan secara resmi baik kepada Inspektorat,BPKP,dan BPK Perwakilan Provinsi Banten.

Akibat minumnya informasi kala itu hingga kini belum dapat diketahui berapa besaran anggaran yang dialokasikan untuk pelaksanaan pembangunan tersebut.

Hingga berita ini kembali diterbitkan pihak kontraktor,BPKP dan BPK Perwakilan Provinsi Banten belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut (Nurdin/Red)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *