Sempat di Tinjau Ulang Oleh Camat Cisoka, Dugaan Kecurangan Proyek Paving Kp Sadang Kini Memasuki Babak Baru,Kolaborasi Awak Media dan Lsm Mengarah Proses Audit BPK.

Berita11153 Dilihat

NCNINDONESIA.COM|TANGERANG – Sempat ditinjau oleh Camat Cisoka,dugaan kecurangan didalam proses pelaksanaan pembangunan pemeliharaan jalan paving blok Kp Sadang Rt 02 Rw 003 Desa Cempaka, Kecamatan Cisoka, terancam diadukan, Kolaborasi Awak Media dan Lsm kini mengarah pada proses aduan dan audit dari BPK Perwakilan Provinsi Banten(Selasa 19/03/2024)

Peninjauan yang dilakukan oleh Camat Cisoka tersebut beberapa waktu yang lalu dilakukan lantaran adanya informasi yang disampaikan awak media seputar pelaksanaan proyek pemeliharaan jalan paving yang dikerjakan dan dilaksanakan oleh Cv.Putri Nazwa, yang sangat diduga kuat bermasalah.

Dari hasil peninjauan kembali hasil pengerjaan kala itu didapati bahwa ukuran kasteen yang digunakan adalah berukuran (10-20-40)hal tersebut diketahui setelah adanya perbedaan segmen tatacara pengukuran yang dilakukan awak media pada saat proses pengerjaan dilaksanakan, sehingga narasi akan adanya dugaan penggunaan jenis kasteen yang lebih kecil pada umumnya dapat terbantahkan,namun demikian dugaan akan adanya ketidak sesuaian didalam proses pelaksanaan proyek pemeliharaan jalan itupun nampaknya tidak lagi terelakan jika menyangkut proses ketebalan aggerat plus abu batu yang dinilai sangat tipis.

Perlu diketahui dari hasil analisis atas dokumentasi visual gambar yang diambil oleh awak media dilokasi pengerjaan proyek, terlihat kasteen penahan terpendam sangat dalam dikisaran 11-12cm,jika di akumulasikan dengan ketebalan paving blok 6cm maka tersisa jarak spes aggerat di angka 3cm.

Menurut keterangan dari pihak pelaksana kegiatan kepada awak media ini,pada saat peninjauan kembali hasil pengerjaan dirinya mengelak tudingan bahwa telah terjadi pengurangan jumlah kubikasi aggerat,ia mengatakan bahwa konstruksi paving blok sudah lebih tinggi dari kasteen dikisaran 2 cm.”inikan udah saya tinggikan,artinya kubikasi juga naik.Tutur Pelaksana kala itu (18/03)

Jika berdasarkan spes jarak aggerat yang diduga kuat hanya berkisaran.0.03cm + 0.002cm kenaikan seperti yang diutarakan pihak pelaksana, artinya ketebalan aggerat hanya 5cm,0.05x L x P maka volume kubikasi sekitar 9.9m3, Sedangkan pada umumnya Ketebalan amparan agregat plus abu batu berada dikisaran 10cm.

Menanggapi hal tersebut waktu itu salah satu aktivis senior asal Kabupaten Tangerang, Herman Arab, menganggap serius prihal proses pengerjaan proyek pemeliharaan jalan paving blok Kp.Sadang tersebut.Dirinyapun mendesak agar pihak inspektorat dapat segera melakukan Audit secara menyeluruh dan mendalam tentunya untuk mencegah terjadinya potensi dampak kerugian keuangan negara.

“Ini sangat serius dan proses pemeriksaan secara komprehensif dan menyeluruh saya rasa perlu dilakukan baik oleh Inspektorat Kabupaten Tangerang,BPKP Provinsi Banten dan BPK Perwakilan Banten, untuk itu dalam waktu dekat ini kamipun akan segera melayangkan surat aduan resmi ke 3 Badan Pemeriksa tersebut.

Hal senada di utarakan Muhammad Tohir salah satunya anggota kepala dijajaran Lsm Gprukk yang dengan tegas akan segera melayangkan surat aduan resmi akan adanya dugaan perbuatan curang didalam proses pelaksanaan pembangunan jalan paving blok tersebut.

“Dari hasil analisa dari hasil dokumen tasi visual gambar yang kami miliki saat ini,maka dalam waktu dekat kami akan segera melayangkan surat aduan resmi terhadap badan pemeriksa keuangan dan pembangunan,BPKP dan BPK Perwakilan Provinsi Banten,agar celah potensi kebocoran keuangan negara didalam proses pelaksanaan pembangunan dapat diminimalisir dan dicegah . Tegasnya

Akibat dari tidak dibukanya data seputar Rancangan Anggaran Biaya (RAB) pada saat proses peninjauan kembali hasil pengerjaan,maka belum dapat diketahui secara pasti berapa kebutuhan volume hamparan Aggregat plus abu batu.

Sementara itu proyek pemeliharaan jalan paving blok yang sempat menimbulkan kontoversi itupun saat ini telah rampung dikerjakan dan dapat dinikmati oleh masyarakat sekitar (Nurdin/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *