Tambah List Daftar Kegiatan Bermasalah, Pembangunan Drainase Uditch Perum Griya Asri Sukamanah,Jadi Satu Dari 5 Proyek Kecamatan Rajeg Yang Menuai Sorotan

Berita12708 Dilihat

NCNINDONESIA.COM|TANGERANG – Berulang ulang. Lagi lagi fungsi pengawasan OPD Kecamatan Rajeg jadi sorotan,kali ini sorotan tersebut mengarah kepada proses pelaksanaan proyek pembangunan kontruksi berupa Drainase Uditch yang berada di Perum Griya Asri Sukamanah Rt 006 Rw 012 Desa Sukamanah Kecamatan Rajeg,Kabupaten Tangerang Provinsi Banten (Minggu 17/03/2024)

Sorotan terhadap proses pelaksanaan pembangunan kontruksi berupa Drainase Uditch tersebut lantaran tidak diketemukannya papan informasi publik pada saat proses pengerjaan proyek berlangsung,tak cukup sampai disitu saja,jenis material Uditch yang digunakan terlihat tidak memiliki label SNI yang merupakan Standar acuan harga tertinggi pasar,didalam proses perencanaan satuan harga didalam RAB.

Masih dalam proses pelaksanaan pembangunan,Tohir salah satu Aktivis yang kala itu turut menyaksikan berlangsung nya proses pengerjaan kepada awak media ini mengatakan bahwa,proses pemasangan matrial Uditch tidak terlebih dahulu di ampari dengan tatakan atau dudukan Uditch menggunakan mortal setebal 5cm.Papan proyek pun tidak dipasang, serta plesteran kiri dan kanan pun terlihat tidak dilaksanakan.

“Kala itu saya tidak melihat adanya pengerjaan tatakan atau dudukan uditch menggunakan mortal setebal 5cm.papan proyek kala itu tidak ada begitupun dengan plesteran kiri dan kanan.Tuturnya kepada awak media ini.

Sementara itu Camat Rajeg yang cova kembali dikonfirmasi oleh awak media ini melalui sambungan via WhatsApp nya,hingga kini belum memberikan keterangan apapun kendati sambungan telpon sedang aktif.

Perlu diketahui sebelumnya terdapat 4 proses pelaksanaan pembangunan kontruksi yang di kelola oleh Kecamatan Rajeg bersumber anggaran APBD T.A 2024 yang sangat diduga kuat bermasalah dan tak henti menjadi perbincangan.Persoalan lemahnya proses pengawasan pun disebut sebut menjadi faktor penyebab akan terjadinya berbagai indikasi kecurangan yang terjadi.

Akibat dari adanya dugaan lemahnya proses pengawasan itupun maka negara sangat berpotensi dirugikan hingga puluhan juta rupiah.

Hingga sampai berita ini kembali di terbitkan belum ada keterangan apapun yang diberikan Kecamatan Rajeg seputar langkah Evaluasi,sementara itu ke 5 kontraktor yang mengerjakan kegiatan tersebut belum dapat diketahui dan di temui untuk di konfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut (Nurdin/Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *