Berpotensi Amblas, Kecamatan Rajeg Dinilai Perlu Optimal kan Fungsi Pengawasan Kegiatan Pembangunan.

Berita10922 Dilihat

NCNINDONESIA.COM|TANGERANG – Menghawatirkan,Tipis nya amparan aggregat dan kurang maksimal nya proses pemadatan pada badan jalan, pelaksanaan proyek paving blok Kp Kukun Rt 01/01 Desa Mekarsari Kecamatan Rajeg, Kabupaten Tangerang.Berpotensi Amblas(Selasa 05 /03/2024)

Nampak terlihat, proyek paving block yang dibangun persis pada bantaran kali itupun memiliki kultur tanah yang labil,sehingga pada saat datang nya curah hujan,badan jalan pada proyek itupun terlihat becek dan tanah pada sisi galian paving blok nampak gembur, sehingga sangat berpotensi amblas, apabila proses amparan aggregat dan pemadatan tidak dilakukan secara maksimal.

Maka dari itu Kecamatan Rajeg dalam hal ini selaku kuasa pengguna anggaran,Dinilai Perlu Optimal kan Fungsi Pengawasan didalam proses pelaksanaan pembangunan jalan paving block Kp Kukun Rt 01/01 tersebut sehingga proses penyerapan anggaran didalam proses pelaksanaan proyek dapat terserap secara menyeluruh dan menghasilkan sebuah pembangunan yang berkualitas dan bermutu tinggi.

Masih dalam pelaksanaan proyek.Terlihat kasteen terpendam 11-12cm dari permukaan badan jalan,jika di akumulasikan dengan ketebalan paving blok 6cm maka spes jarak hanya berkisaran 2-3cm.Jika mengacu kepada proses pengerjaan proyek pada umumnya amparan aggregat plus abu batu memiliki ketebalan di angka 10-11cm.Artinya diperkirakan aggerat dan abu batu pada bangunan diduga kuat tidak sesuai dengan spesifikasi teknis.

Sementara itu salah satu warga yang kala itu sedang melintas yang coba diwawancarai oleh awak media ini mengatakan bahwa proyek tersebut baru beberapa hari dikerjakan, dirinya pun mengungkapkan bahwa beberapa waktu yang lalu sempat turun hujan.

“Proyek nya sih belum lama dimulai nya pak, kalo gak salah dari papan informasi yang ada,itu dari kecamatan rajeg, untuk hari ini gak ada yang kerja mungkin karna hujan pak.Tutur warga kepada awak media ini yang tidak ingin disebutkan namanya.

Masih dalam pelaksanaan proyek, awak media pun kala itu sudah mencoba mencari keterangan baik kepada para pekerja, maupun pelaksana yang mengerjakan kegiatan tersebut, namun sayang tidak satupun pekerja dan pelaksana yang berhasil ditemui oleh awak media.

Hingga kini proyek tersebut masih terus berlangsung sampai berita ini diterbitkan pihak kontraktor belum dapat ditemui untuk dikonfirmasi dan pemberitaan lebih lanjut.(Nurdin/Red)

Posting Terkait

Jangan Lewatkan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *