Pimpin Apel Pagi, Wakapolresta Tangerang Ingatkan Anggota Agar Disiplin

Kepolisian5686 Dilihat

Tangerang, NCNIndonesia – Wakil Kepala Kepolisian Resor Polresta Tangerang memimpin apel pagi di lapangan apel Mapolresta Tangerang. Apel tersebut diikuti oleh para Kabag, Kasat, Kapolsek Jajaran, seluruh personel polres dan PNS serta perwakilan anggota polsek, Selasa (5/12/2023).

Wakapolresta Tangerang Polda Banten AKBP Indra Mardiana dalam amanat apel menyampaikan ada beberapa hal yang akan saya sampaikan kepada anggota.

Dalam arahannya, Wakapolresta menyampaikan bahwa beberapa saat kedepan akan ada pesta demokrasi yaitu Pemilu 2024. Saya meminta kepada rekan-rekan sekalian untuk netral walaupun ada keluarga atau saudaranya yang ikut dalam pemilihan.

“Kita menjadi garda terdepan dalam pengamanan kegiatan pesta demokrasi, oleh sebab itu tunjukan kekompakan, kesolidan dalam mengamankan seluruh rangkaian kegiatan tersebut,” katanya.

Selain itu Kapolres juga menyampaikan bahwa seluruh personel Polresta Tangerang terdiri dari latar belakang yang berbeda, memiliki riwayat pendidikan dan pemikiran yang berbeda. Tapi bagi saya hanya satu yaitu anda harus mau bekerja, apabila tidak mau bekerja lebih baik minggir.

“Tidak ada anggota yang temannya bekerja tapi yang lain santai-santai, semua harus bekerja untuk menjadi polisi yang baik, agar bisa bernasib baik. Selalu tanamkan kebaikan dalam bekerja untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat,” tuturnya.

Dalam amanat, Indra juga meminta kepada para perwira untuk bisa menjadi tauladan dan panutan bagi para anggotanya. Karena satu perbuatan akan lebih mulia dari pada seribu perkataan. Para perwira diminta memberi contoh yang baik kepada anggota agar bisa melaksanakan tugas sesuai ketentuan.

Terakhir Wakapolresta menyampaikan, kedepan kita akan mulai berinteraksi memberikan pengabdian. Kepada seluruh personel agar solid, tidak ada yang makan tulang, karena kita harus sukses melalui kebersamaan.

“Satu moto saya bahwa tidak ada yang sulit bagi prajurit yang tangguh. Apabila jadi prajurit loyo maka akan kesulitan dalam melaksanakan tugas. Namun apabila dalam diri kita menyebutkan prajurit tangguh jangankan satu Gunung Slamet, tiga gunungpun mampu kita daki,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *