Camat Mekar Baru Buka Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Penempatan TKI Non Prosedural

Camat Mekar Baru Buka Kegiatan Sosialisasi Pencegahan Penempatan TKI Non Prosedural

Pemerintahan58 Dilihat

TANGERANG,NCNCamat Mekar Baru hadiri kegiatan sosialisasi penempatan dan perlindungan tenaga kerja, sebagai upaya menghentikan kejahatan perdagangan orang pekerja migran Indonesia oleh sindikat penempatan ilegal, yang digelar di Aula Kantor Desa Waliwis, Kecamatan Mekar Baru, Kabupaten Tangerang, Rabu, 25/10/2023.

Turut hadir Camat Mekar Baru, Sekretaris Kecamatan Mekar Baru, Kasi Trantib, Kepala Desa Waliwis, Disnaker Kabupaten Tangerang, BP3MI Banten, FPMI Kecamatan Mekar Baru serta puluhan peserta dari masyarakat Desa Waliwis.

Dalam arahannya menyampaikan bahwa belakangan ini sudah marak Warga Negara Indonesia di luar negeri menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO), yang menjadi ancaman bagi ketahanan nasional serta menjadi sorotan dan isu yang berkembang di tengah masyarakat.

“Salah satu penyebab terjadinya TPPO ini, diawali melalui pengiriman Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang tidak sesuai dengan ketentuan (Non Prosedural) dengan modus operandi antara lain; Haji, Umroh, Magang, Program Bursa Kerja Khusus dan Penempatan Buruh Migran.” Ungkapnya.

Maka dari itu, Aan menekankan kepada warga masyarakat yang hadir pada kegiatan tersebut untuk fokus pada materi yang disampaikan agar paham dan mengerti bahwa banyak resiko yang akan terjadi jika para calon TKI berangkat tanpa prosedur yang resmi

“Bagi bapak dan ibu yang akan ada rencana menjadi TKI saya berharap pada kegiatan hari ini agar dicerna diikuti dan ditanyakan kepada para pemateri baik dari Disnaker BP3MI dan kawan PMI agar tidak terjadi lagi hal-hal yang justru merugikan bapak dan jbu semuanya” Tambahnya.

Lanjut Camat, “Untuk mengurangi terjadinya TKI Non Prosedural sangat diperlukan peran serta masyarakat dan keluarga untuk mencegah terjadinya TPPO, untuk itu melalui kegiatan Sosialisasi Pencegahan TKI Non Prosedural ini, Bapak dan Ibu dapat membantu mengimplementasikan di lapangan sehingga dapat mencegah masyarakat kita menjadi korban TKI non prosedural.” Tandasnya.(Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *